POOLADVISTA.COM

MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN MODAL

  1. Manajemen Risiko Keuangan

    Grup mengelola resiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk melanjutkan kelangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas. Struktur modal Grup terdiri dari ekuitas pemegang saham induk, yang terdiri dari modal yang ditempatkan, tambahan modal disetor, saldo laba dan kepentingan non pengendali.

    Grup secara aktif menelaah dan mengelola struktur permodalan untuk memastikan struktur modal dan hasil pengembalian ke pemegang saham yang optimal dengan mempertimbangkan efisiensi modal Grup, profitabilitas saat ini dan yang akan datang, proyeksi arus kas operasi dan proyeksi peluang investasi yang strategis.

    Dalam rangka mempertahankan atau menyesuaikan struktur modal, Grup dapat menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan kepada para pemegang saham. Perusahaan membayar dividen satu kali dalam setahun, tetapi apabila keadaan keuangan Perusahaan memungkinkan, Perusahaan dapat membayar dividen interim dengan cara yang ditetapkan Anggaran Dasar Perusahaan. Jumlah dividen akan selalu dihubungkan dengan tingkat laba bersih setelah pajak selama tahun buku yang bersangkutan dan dengan memperhatikan keadaan keuangan Perusahaan dan perkembangan kondisi ekonomi.

  2. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

    Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Frup adalah untuk memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta untuk mengelola risiko mata uang asing, risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko harga. Grup beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Dewan Direksi.

    Perhatian atas pengelolaan risiko ini telah meningkat secara signifikan dengan mempertimbangkan perubahan dan volatilitas pasar keuangan di Indonesia.

    1. Manajemen risiko mata uang asing

      Grup terekspos pengaruh fluktuasi nilai mata uang asing terutama karena transaksi investasi obligasi dan reksadana yang didenominasi dalam mata uang asing.

      Grup mengelola eksposur mata uang asing dengan mencocokan, sebisa mungkin, penerimaan dan pembayaran dalam masing-masing individu mata uang.

    2. Manajemen risiko tingkat bunga

      Risiko suku bunga mengacu pada risiko nilai wajar arus kas masa depan dari instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan tingkat suku bunga pasar.

      Grup tidak dipengaruhi risiko tingkat suku bunga karena Grup tidak memiliki pinjaman dengan suku bunga fluktuatif dan tetap.

    3. Manajemen risiko kredit

      Perusahaan dan entitas anak senantiasa mengelola risiko kredit dengan menetapkan batasan jumlah risiko kredit yang dapat diterima untuk masing-masing pihak, melakukan review secara berkala terhadap pembayaran oleh pelanggan dan lebih selektif dalam pemilihan bank / institusi keuangan dan emiten, yaitu hanya bank / institusi keuangan dan emiten yang mempunyai kredibilitas baik yang dipilih.

    4. Manajemen risiko likuiditas

      Risiko likuiditas adalah risiko dimana Grup mungkin mengalami kesulitan memenuhi kewajiban keuangan yang diselesaikan dengan penyerahan kas atau aset keuangan lainnya. Pada tanggal pelaporan, Grup tidak memiliki risiko likuiditas karena aset lancar Grup adalah cukup untuk mengcover liabilitas keuangan lancar Grup.

    5. Manajemen risiko harga lain

      Grup memiliki investasi jangka pendek dalam bentuk surat berharga. Investasi ini dikelompokkan sebagai investasi tersedia untuk dijual dan diperdagangkan dan diukur dengan nilai wajar. Harga pasar atau nilai aset bersih surat berharga mempengaruhi laba rugi & laba rugi komprehensif yang diakui pada laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.

      Dalam rangka mengelola risiko harga lain, Grup secara berkala memonitor pergerakan harga instrumen keuangan yang dimiliki dan kondisi perekonomian nasional maupun global yang dapat memberikan dampak terhadap nilai dari instrumen keuangan.